Tag: kesehatan lambung

Obat Lameson 4 mg Ampuh untuk Atasi Peradangan

lameson 4 mg

Peradangan adalah respons yang terjadi saat sel darah putih bereaksi untuk melindungi tubuh dari infeksi atau cedera. Kendati “baik” peradangan juga harus diatasi. Kita butuh bantuan sesuatu untuk mengatasi kondisi tersebut. Obat adalah salah satu upaya terbaik untuk meredakan peradangan. Dari segala macam obat yang tersedia, Lameson 4 mg bisa jadi pilihan.

Lameson 4 mg adalah obat yang digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan. Kandungan zat aktif methylprednisolone menjadikan Lameson 4 mg cocok untuk segala bentuk peradangan yang terjadi di tubuh manusia, mulai dari penyakit autoimun Lupus hingga radang tenggorokan.

Selain itu, methylprednisolone yang terkandung di dalam Lameson 4 mg juga dapat difungsikan untuk mengatasi kondisi medis lain yang terjadi akibat reaksi alergi seperti asma. Obat ini juga dapat dipakai untuk mengatasi gangguan saraf pada mata, otak, dan tulang belakang (multiple skeloris).

  • Bagaimana Mekanisme Kerja Lameson 4 mg?

Lameson 4 mg adalah salah satu merek dagang dari methylprednisolone berbentuk tablet. Penggunaannya secara oral atau ditelan lewat mulut. Penggunaan Lameson 4 mg untuk mengatasi peradangan harus sesuai dengan dosis yang ditakar oleh dokter. Mendapatkan obat ini pun harus disertai dengan resep, karena ia tergolong obat keras.

Takaran Lameson 4 mg  untuk radang umumnya berkisar antara 4-48 mg per hari dalam satu atau dua dosis terbagi. Dosis Lameson untuk radang bisa berbeda untuk setiap pasien. Faktor-faktor yang menentukan dosis obat ini adalah kondisi kesehatan pasien, tingkat keparahannya, respons tubuh pasien terhadap obat, dan juga berat badan (terutama bagi pasien anak). Untuk pasien anak, dokter biasanya mulai dengan dosis terendah.

Minumlah Lameson 4 mg dengan atau tanpa makanan. Jika seseorang mengalami sakit perut setelah meminumnya, disarankan minum obat ini bersama makanan atau setelah makan, untuk mengurangi iritasi lambung. 

Hati-hati dengan produk ini. Jangan digunakan di luar dosis yang diberikan oleh dokter atau dalam jangka waktu yang panjang. Pasalnya, praktik tersebut meningkatkan risiko gangguan kelenjar adrenal. Jika harus meningkatkan atau mengurangi dosis obat, perlu dilakukan secara bertahap demi mengurangi efek samping dan mencegah gejala putus obat.

Seseorang tidak disarankan mengonsumsi Lameson 4 mg jika memiliki infeksi jamur. Oleh karena itu, sebelum menggunakan Lameson 4 mg, beri tahu dokter tentang semua kondisi medis, termasuk daftar semua obat-obatan lain yang sedang atau baru saja digunakan. Ada banyak penyakit lain yang dapat dipengaruhi oleh penggunaan steroid, dan banyak obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi kemanjuran obat ini.

Apabila seseorang melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Perlu diingat bahwa seseorang dilarang menggandakan dosis sekaligus.

Jangan pula berhenti meminum obat secara tiba-tiba tanpa persetujuan dokter. Beberapa kondisi bisa menjadi lebih parah, atau pengguna bisa mengalami gejala putus obat, mulai dari merasa lemas, turun berat badan, mual, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, pusing, jika menghentikan pemakaian obat secara tiba-tiba.

  • Kondisi yang Mungkin Dialami Selama Penggunaan Lameson 4 mg

Lameson 4 mg adalah obat yang memiliki kandungan utama methylprednisolone atau dapat dikenali sebagai kortikosteroid yang mengandung hormon steroid. Ketika senyawa kimia itu masuk ke tubuh seseorang, efek samping umum adalah menyebabkan naiknya kadar gula darah. 

Selain itu, penggunaan methylprednisolone juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan akan memperparah infeksi. Penting kiranya untuk mengatakan kondisi kesehatan, utamanya jika menderita diabetes, agar dokter dapat mencarikan obat alternatif.

Sedikit informasi mengenai Lameson 4 mg di atas dapat dijadikan semacam panduan untuk mengenal lebih jauh obat yang akan atau tengah dikonsumsi ini. Akan tetapi, jangan pernah jadikan artikel ini sebagai acuan satu-satunya. Sebab artikel ini tidak dapat dijadikan sebagai pengganti konsultasi atau resep dari dokter.