Category: Uncategorized

Obat Lameson 4 mg Ampuh untuk Atasi Peradangan

lameson 4 mg

Peradangan adalah respons yang terjadi saat sel darah putih bereaksi untuk melindungi tubuh dari infeksi atau cedera. Kendati “baik” peradangan juga harus diatasi. Kita butuh bantuan sesuatu untuk mengatasi kondisi tersebut. Obat adalah salah satu upaya terbaik untuk meredakan peradangan. Dari segala macam obat yang tersedia, Lameson 4 mg bisa jadi pilihan.

Lameson 4 mg adalah obat yang digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan. Kandungan zat aktif methylprednisolone menjadikan Lameson 4 mg cocok untuk segala bentuk peradangan yang terjadi di tubuh manusia, mulai dari penyakit autoimun Lupus hingga radang tenggorokan.

Selain itu, methylprednisolone yang terkandung di dalam Lameson 4 mg juga dapat difungsikan untuk mengatasi kondisi medis lain yang terjadi akibat reaksi alergi seperti asma. Obat ini juga dapat dipakai untuk mengatasi gangguan saraf pada mata, otak, dan tulang belakang (multiple skeloris).

  • Bagaimana Mekanisme Kerja Lameson 4 mg?

Lameson 4 mg adalah salah satu merek dagang dari methylprednisolone berbentuk tablet. Penggunaannya secara oral atau ditelan lewat mulut. Penggunaan Lameson 4 mg untuk mengatasi peradangan harus sesuai dengan dosis yang ditakar oleh dokter. Mendapatkan obat ini pun harus disertai dengan resep, karena ia tergolong obat keras.

Takaran Lameson 4 mg  untuk radang umumnya berkisar antara 4-48 mg per hari dalam satu atau dua dosis terbagi. Dosis Lameson untuk radang bisa berbeda untuk setiap pasien. Faktor-faktor yang menentukan dosis obat ini adalah kondisi kesehatan pasien, tingkat keparahannya, respons tubuh pasien terhadap obat, dan juga berat badan (terutama bagi pasien anak). Untuk pasien anak, dokter biasanya mulai dengan dosis terendah.

Minumlah Lameson 4 mg dengan atau tanpa makanan. Jika seseorang mengalami sakit perut setelah meminumnya, disarankan minum obat ini bersama makanan atau setelah makan, untuk mengurangi iritasi lambung. 

Hati-hati dengan produk ini. Jangan digunakan di luar dosis yang diberikan oleh dokter atau dalam jangka waktu yang panjang. Pasalnya, praktik tersebut meningkatkan risiko gangguan kelenjar adrenal. Jika harus meningkatkan atau mengurangi dosis obat, perlu dilakukan secara bertahap demi mengurangi efek samping dan mencegah gejala putus obat.

Seseorang tidak disarankan mengonsumsi Lameson 4 mg jika memiliki infeksi jamur. Oleh karena itu, sebelum menggunakan Lameson 4 mg, beri tahu dokter tentang semua kondisi medis, termasuk daftar semua obat-obatan lain yang sedang atau baru saja digunakan. Ada banyak penyakit lain yang dapat dipengaruhi oleh penggunaan steroid, dan banyak obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi kemanjuran obat ini.

Apabila seseorang melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Perlu diingat bahwa seseorang dilarang menggandakan dosis sekaligus.

Jangan pula berhenti meminum obat secara tiba-tiba tanpa persetujuan dokter. Beberapa kondisi bisa menjadi lebih parah, atau pengguna bisa mengalami gejala putus obat, mulai dari merasa lemas, turun berat badan, mual, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, pusing, jika menghentikan pemakaian obat secara tiba-tiba.

  • Kondisi yang Mungkin Dialami Selama Penggunaan Lameson 4 mg

Lameson 4 mg adalah obat yang memiliki kandungan utama methylprednisolone atau dapat dikenali sebagai kortikosteroid yang mengandung hormon steroid. Ketika senyawa kimia itu masuk ke tubuh seseorang, efek samping umum adalah menyebabkan naiknya kadar gula darah. 

Selain itu, penggunaan methylprednisolone juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan akan memperparah infeksi. Penting kiranya untuk mengatakan kondisi kesehatan, utamanya jika menderita diabetes, agar dokter dapat mencarikan obat alternatif.

Sedikit informasi mengenai Lameson 4 mg di atas dapat dijadikan semacam panduan untuk mengenal lebih jauh obat yang akan atau tengah dikonsumsi ini. Akan tetapi, jangan pernah jadikan artikel ini sebagai acuan satu-satunya. Sebab artikel ini tidak dapat dijadikan sebagai pengganti konsultasi atau resep dari dokter.

Cara Menggunakan Foundation Inez untuk Kulit Kering

Untuk menjadi ahli merias wajah tentu bukan hal yang mudah untuk dilakukan, apalagi merias wajah untuk kulit kering. Jika menggunakan cara pengaplikasian makeup yang salah, maka dapat membuat kulit jadi makin terlihat kering. Mencoba mengaplikasikan Foundation Inez pada kulit yang kering dan terkelupas akan menimbulkan tampilan wajah yang tidak sempurna, karena akan menimbulkan serpihan kulit kering yang bisa tampak jelas terlihat. 

Untuk mendapatkan tampilan wajah yang halus dan hasil make up yang sempurna pada kulit kering ketika harus menggunakan Foundation Inez, Anda bisa mencoba cara berikut ini.

1. Eksfoliasi Sel Kulit Mati

Kulit kering cenderung tampak lebih kusam dan lelah karena terjadi penumpukan sel kulit mati di wajah. Sel-sel kulit mati ini akan memberikan tekstur yang tidak teratur pada wajah. Foundation Inez jika diaplikasikan akan menempel pada kulit kering tersebut dan membuat alas bedak atau foundation jadi tampak tidak rata.

Lakukan eksfoliasi sekali atau dua kali dalam seminggu untuk menghilangkan semua kulit kering tersebut dari wajah. Jika kulit Anda halus dan terbebas dari sel-sel kulit mati, maka akan lebih mudah untuk mengaplikasikan Foundation Inez di wajah Anda. Gunakan scrub ringan dan eksfoliasi kulit Anda dengan lembut, dan berfokus pada area yang bermasalah seperti di sekitar hidung dan dagu, serta jaga agar kulit Anda tetap lembut dan halus.

2. Gunakan Pelembap

Meski Anda menggunakan Foundation Inez yang nantinya akan memberikan tampilan dewy untuk kulit kering, jika Anda tidak menggunakan pelembap wajah, maka foundation tidak akan menambahkan banyak hidrasi ke dalam kulit Anda. 

Oleh karena itu, gunakan produk pelembap yang kaya akan nutrisi dan bisa memberikan hidrasi pada kulit Anda hingga meresap jauh ke dalam kulit, dan memberikan hidrasi secara instan pada kulit yang kering dan dehidrasi.

Selain itu, pelembap juga dapat membantu mempertahankan tingkat kelembapan kulit Anda sepanjang hari. Gunakan atau aplikasikan pelembap ke kulit wajah yang bersih, lalu tunggu sekitar 5 hingga 10 menit agar foundation benar-benar terserap ke dalam kulit Anda.

3. Gunakan Primer yang Melembapkan

Setelah kulit Anda bersih dan lembap, gunakan produk primer yang dapat memberikan hidrasi lebih yang akan menambahkan lapisan hidrasi lain ke kulit Anda. Jika kulit Anda terasa sangat kering, Anda bisa memijat kulit wajah menggunakan beberapa tetes minyak sebelum menggunakan primer. Minyak dan primer yang menghidrasi akan menambah kilau atau kesan glowy pada kulit Anda dan menciptakan dasar yang halus agar riasan alas bedak Anda tidak mudah luntur.

4. Gunakan Foundation yang Cocok untuk Kulit Kering

Hindari penggunaan foundation yang memiliki formula matte atau bedak tabur, karena justru dapat membuat wajah yang sudah kering terlihat makin matte. Anda bisa memilih menggunakan Foundation Inez yang memiliki hasil akhir dewy atau satin. 

5. Set Makeup atau Riasan dengan Setting Spray

Hindari mengatur atau set riasan foundation Anda menggunakan bedak padat atau bedak tabur kecuali jika Anda benar-benar harus melakukannya. Mengaplikasikan foundation akan menonjolkan area kulit Anda yang kering dan menghilangkan semua kilau dan kelembapan yang Anda hasilkan. 

Anda juga dapat menggunakan concealer di bawah mata dengan bedak karena area bawah mata cenderung mudah kusut. Semprotkan wajah Anda menggunakan setting spray untuk mengunci riasan Anda agar Foundation Inez yang Anda aplikasikan tidak mudah luntur.

Kenali Perbedaan Batuk Berdahak dan Batuk Kering dan Atasi dengan Herbakof Sirup

Hampir semua orang pernah mengalami batuk, baik batuk berdahak maupun batuk kering. Terkadang, beberapa orang kebingungan apa jenis batuk yang sedang dialami sehingga kewalahan untuk mengatasinya. Batuk berdahak maupun batuk kering dapat diatasi dengan satu obat seperti Herbakof sirup. Namun, sebelum mengetahui cara mengatasinya, penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan dari batuk berdahak dan batuk kering.

Perbedaan Batuk Berdahak dan Batuk Kering

Batuk pada dasarnya bukanlah penyakit, namun gejala atau tanda bahwa kondisi kesehatan seseorang sedang terganggu. Batuk berdahak atau batuk kering memiliki satu kesamaan, yaitu membuat penderitanya merasa tidak nyaman.

Hal signifikan yang membedakan dari kedua jenis batuk ini adalah ada atau tidaknya lendir yang dihasilkan saat batuk. Untuk lebih jelasnya, berikut perbedaan antara batuk berdahak dan batuk kering.

  • Batuk berdahak

Batuk berdahak merupakan jenis batuk yang membawa lendir ke tenggorokan. Lendir atau dahak saat batuk ini dihasilkan tubuh sebagai respon perlindungan diri secara alami. Saat ada substansi asing yang masuk ke dalam tubuh, sistem pernapasan akan menghasilkan dahak yang berguna untuk menangkap patogen atau alergen tersebut.

Sangat jelas bahwa perbedaan batuk kering dan batuk berdahak berada pada lendir yang dihasilkan tubuh. Selain itu, perbedaannya juga terlihat dari cara batuk. Batuk kering cenderung sulit untuk dikendalikan, namun batuk berdahak justru sebaliknya. Batuk berdahak juga cenderung terdengar basah saat terbatuk.

  • Batuk kering

Berbeda dengan batuk berdahak, tubuh tidak menghasilkan lendir saat mengalami batuk kering. Batuk kering ini sulit dikendalikan dan juga terjadi secara terus menerus.

Saat mengalami batuk kering, belakang tenggorokan akan terasa gatal dan kering, terutama jika Anda beraktivitas di ruangan ber-AC atau kering.

Batuk kering umumnya terjadi karena sistem pernapasan sedang mengalami iritasi atau peradangan. Selain itu, batuk kering dapat muncul setelah seseorang sembuh dari batuk berdahak. Pada kondisi ini, batuk kering bisa bertahan hingga beberapa hari atau beberapa minggu.

Penyebab Batuk Berdahak

Beberapa kondisi yang ditandai dengan batuk berdahak, diantaranya:

  • Asma

Pada beberapa orang, asma dapat membuat tubuh memproduksi lendir berlebih. Umumnya hal ini muncul karena asma kambuh saat cuaca yang dingin atau terpapar bahan kimia sehingga akan disertai dengan batuk berdahak.

  • Bronkitis kronis

Bronkitis kronis dapat membuat peradangan pada saluran udara dalam waktu lama yang membuat penderita dapat mengalami batuk berdahak yang berwarna. Penyakit ini termasuk dalam penyakit paru obstruktif kronik yang dapat terjadi akibat kebiasaan merokok.

  • Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Seseorang bisa mengalami batuk berdahak saat menderita penyakit ini karena terdapat produksi lendir yang berlebih di paru-paru. Pneumonia harus ditangani dengan tepat oleh tenaga medis ahli karena kondisi ini dapat mengancam jiwa.

Penyebab Batuk Kering

Batuk kering dapat muncul karena beberapa kondisi sebagai berikut:

  • Asma

Sama dengan batuk berdahak, batuk kering juga dapat muncul karena asma. Asma merupakan kondisi dimana saluran napas seseorang mengalami peradangan dan dapat bertambah parah ketika ada pemicunya.

  • GERD

GERD atau refluks asam lambung yang naik menuju kerongkongan dapat menyebabkan dinding kerongkongan iritasi. Saat terjadi iritasi tersebut, gejala batuk kering dapat muncul. Selain batuk, tanda yang dialami oleh penderita GERD adalah rasa panas dan nyeri di ulu hati.

  • Infeksi virus

Batuk kering dapat terjadi karena infeksi virus. Umumnya, gejala batuk kering terjadi setelah infeksi virus selesai dan batuk kering dapat bertahan hingga dua bulan kemudian.

Cara Mengatasi Batuk Berdahak dan Batuk Kering

Biasanya, orang akan mengonsumsi obat berdasarkan jenis batuknya untuk meredakan gejala batuk tersebut. Namun, tidak ada salahnya Anda memiliki stok obat yang dapat mengatasi kedua jenis batuk ini. Salah satu obat yang dapat mengatasi jenis batuk berdahak dan batuk kering adalah Herbakof Sirup. Obat ini dapat meredakan batuk dan melegakan tenggorokan.

Herbakof Sirup memiliki kandungan berbagai bahan alami seperti daun legundi, rimpang jahe, daun saga, dan buah mahkota dewa. Bahan-bahan tersebut sudah sejak lama digunakan untuk mengatasi masalah peradangan di tenggorokan, batuk berdahak, hingga batuk kering.

Tidak perlu khawatir, obat ini dapat dikonsumsi oleh anak-anak dan orang dewasa dengan takaran sebagai berikut:

  • Anak-anak usia 6 hingga 12 tahun: 1 sendok takar 3 kali sehari
  • Orang dewasa: 3 sendok takar 3 kali sehari

Pastikan Anda mengikuti petunjuk aturan pakai pada kemasan. Untuk menjaga kualitas dari Herbakof Sirup, simpan pada tempat yang sejuk dan kering serta terhindar dari paparan sinar matahari.

Harga Hufagrip Sirup untuk Anak

Harga Hufagrip Sirup disesuaikan dengan varian yang Anda pilih. Ada 4 varian yang bisa Anda pilih sesuai dengan gejala penyakit pada anak. 

Hufagrip Sirup adalah salah satu pilihan obat yang tepat untuk mengatasi berbagai penyakit pada anak seperti batuk, pilek, demam, hingga flu. 

Anda dapat memilih Hufagrip sirup sesuai dengan gejala yang terlihat pada anak. Sesuaikan dengan kondisi anak dan pilih varian yang sesuai.

Lalu apa saja varian Hufagrip sirup dan berapa harga Hufagrip sirup untuk anak?

Varian Hufagrip Sirup

Ada cukup banyak varian Hufagrip yang didesain untuk mengobati masalah tertentu. Anda bisa menyesuaikan pilihan dengan penyakit yang menyerang anak. Berikut pilihan Hufagrip Sirup untuk Anak: 

  • Hufagrip BP Sirup

BP adalah singkatan dari Batuk Pilek. Hufagrip BP Sirup mengandung zat aktif dekstrometorfan HBr yang merupakan golongan obat antitusif untuk meringankan batuk kering akibat pilek atau flu.

  • Hufagrip Pilek Sirup

Jika anak hanya mengalami gejala pilek, Hufagrip Pilek bisa jadi pilihan tepat. Hufagrip Pilek Sirup diformulasikan khusus untuk mengatasi bersin-bersin dan hidung tersumbat akibat pilek pada anak.

  • Hufagrip TMP Sirup

Hufagrip TMP berkhasiat untuk menurunkan demam sekaligus mengatasi nyeri ringan hingga sedang di tubuh. Hufagrip TMP aman digunakan oleh orang dewasa maupun anak-anak.

  • Hufagrip Flu dan Batuk Sirup

Hufagrip Flu & Batuk Sirup berkhasiat untuk mengatasi gejala flu yang disertai batuk berdahak pada anak. Hufagrip Flu & Batuk Sirup disertai dengan parasetamol yang berguna meredakan demam.

Harga Hufagrip Sirup

Harga Hufagrip Sirup tentu berbeda-beda, sesuai dengan jenis obat yang Anda pilih. Tentunya Anda perlu mengenali gejala pada anak terlebih dahulu sebelum memilih varian Hufagrip. 

  • Hufagrip BP Sirup 60 mL – Mulai dari Rp17.157
  • Hufagrip Pilek Sirup 60 mL – Mulai dari Rp15.126
  • Hufagrip TMP Sirup 60 mL – Mulai dari Rp10.808
  • Hufagrip Flu dan Batuk Sirup 60 mL – Mulai dari 17.821

Demikian informasi harga Hufagrip Sirup. Beli online Hufagrip Sirup dengan harga terbaik hanya di Toko SehatQ, pasti asli!

Begini Penyebab Dan Penyembuhan Diare Dengan Diapet Kapsul

diapet kapsul

Diare dapat terjadi karena berbagai alasan dan biasanya hilang dengan sendirinya dalam satu hingga tiga hari. Saat mengalami diare, Anda mungkin perlu segera ke kamar mandi karena merasa terdesak dan ini mungkin terjadi lebih sering dari biasanya. Anda mungkin juga merasa kembung, mengalami kram perut bagian bawah, dan terkadang mengalami mual. Pengobatan diare salah satunya dengan Diapet Kapsul mengandung ekstrak tumbuhan alami seperti ekstrak daun jambu biji, rimpang kunyit, buah mojokeling, dan kulit buah delima. Daun jambu biji telah dipercaya sejak lama dapat membantu memadatkan feses serta melumpuhkan bakteri penyebab diare.

Meskipun sebagian besar kasus diare dapat sembuh sendiri (terjadi dalam jangka waktu tertentu dan tingkat keparahan yang tetap), terkadang diare dapat menyebabkan komplikasi serius. Diare dapat menyebabkan dehidrasi (ketika tubuh Anda kehilangan banyak air), ketidakseimbangan elektrolit (kehilangan natrium, kalium dan magnesium yang berperan penting dalam fungsi vital tubuh) dan gagal ginjal (tidak cukup darah/cairan yang disuplai ke ginjal).

Saat Anda mengalami diare, Anda kehilangan air dan elektrolit bersama dengan tinja. Anda perlu minum banyak cairan untuk menggantikan cairan yang hilang. Dehidrasi bisa menjadi serius jika gagal diatasi (sembuh), memburuk dan tidak ditangani secara memadai.

Apa perbedaan antara Diare Normal dan Diare Berat?

Sebenarnya ada beberapa cara berbeda untuk mengklasifikasikan diare. Jenis diare ini meliputi:

  • Diare akut: Diare akut yang paling umum adalah diare encer yang berlangsung selama satu sampai dua hari. Jenis ini tidak memerlukan pengobatan dan biasanya hilang setelah beberapa hari.
  • Diare persisten: Jenis diare ini biasanya berlangsung selama beberapa minggu – dua hingga empat minggu
  • Diare kronis: Diare yang berlangsung lebih dari empat minggu atau datang dan pergi secara teratur dalam jangka waktu lama disebut diare kronis.

Siapa yang bisa terkena diare?

Siapapun bisa terkena diare. Tidak jarang banyak orang mengalami diare beberapa kali dalam setahun. Ini sangat umum dan biasanya tidak menjadi perhatian utama bagi kebanyakan orang.

Namun, diare bisa menjadi serius pada kelompok orang tertentu, termasuk:

  • Anak muda.
  • Orang dewasa yang lebih tua (lansia).
  • Mereka yang memiliki kondisi medis.

Bagi setiap orang ini, diare dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Bisakah diare membahayakan kesehatan Anda?

Secara umum, diare akan sembuh sendiri dan hilang (sembuh) tanpa intervensi. Jika diare Anda tidak kunjung membaik dan sembuh sepenuhnya, Anda dapat berisiko mengalami komplikasi (dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, gagal ginjal, dan kerusakan organ).

Hubungi penyedia layanan kesehatan Anda jika Anda mengalami diare yang tidak kunjung sembuh atau hilang, atau jika Anda mengalami gejala dehidrasi. Gejala-gejala ini dapat mencakup:

  • Urine berwarna gelap dan sedikit urine atau kehilangan produksi urine.
  • Denyut jantung cepat.
  • Sakit kepala.
  • Kulit memerah dan kering.
  • Lekas marah dan kebingungan.
  • Kepala terasa ringan dan pusing.
  • Mual dan muntah yang parah, ketidakmampuan untuk mentolerir atau meminum apapun melalui mulut.

Bagaimana Anda mendiagnosis diare?

Untuk sebagian besar kasus diare ringan, Anda tidak memerlukan perhatian medis. Kasus-kasus ini akan sembuh sendiri (hanya berlangsung selama jangka waktu tertentu) dan membaik tanpa intervensi medis. Kunci diare ringan adalah terapi suportif – tetap terhidrasi dan makan makanan lunak.

Kasus diare yang lebih serius mungkin memerlukan perhatian medis. Dalam situasi ini, ada beberapa tes diagnostik yang mungkin dipesan oleh penyedia Anda. Tes ini bisa meliputi:]

  • Membahas riwayat keluarga yang terperinci, serta kondisi fisik dan medis, riwayat perjalanan Anda, dan kontak sakit apa pun yang mungkin Anda miliki.
  • Melakukan tes feses pada sampel feses yang terkumpul untuk memeriksa darah, infeksi bakteri, parasit, dan penanda inflamasi.
  • Melakukan tes napas untuk memeriksa intoleransi laktosa atau fruktosa, dan pertumbuhan bakteri yang berlebihan.
  • Melakukan pemeriksaan darah untuk menyingkirkan penyebab medis diare seperti gangguan tiroid, sariawan celiac dan gangguan pankreas.
  • Melakukan evaluasi endoskopi saluran pencernaan bagian atas dan bawah untuk menyingkirkan kelainan organik (bisul, infeksi, proses neoplastik).

Bagaimana diare dirawat?

Dalam kebanyakan kasus, Anda dapat mengobati diare ringan dan tidak rumit di rumah. Dengan menggunakan produk yang dijual bebas seperti Diapet Kapsul Anda biasanya akan segera merasa lebih baik.

Namun, obat-obatan yang dijual bebas tidak selalu menjadi solusinya. Jika diare Anda disebabkan oleh infeksi atau parasit, Anda perlu menemui penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan pengobatan. Aturan umumnya adalah tidak menggunakan obat-obatan yang dijual bebas untuk diare jika Anda juga mengalami demam atau tinja Anda berdarah. Dalam kasus tersebut, hubungi penyedia layanan kesehatan Anda.

Ketika diare berlangsung untuk jangka waktu yang lama (beberapa minggu), penyedia layanan kesehatan Anda akan mendasarkan perawatan Anda pada penyebabnya. Ini dapat melibatkan beberapa opsi perawatan yang berbeda, termasuk:

Antibiotik: Penyedia layanan kesehatan Anda mungkin meresepkan antibiotik atau obat lain untuk mengobati infeksi atau parasit yang menyebabkan diare.

Pengobatan untuk kondisi tertentu: Diare dapat menjadi tanda dari beberapa kondisi medis lainnya, termasuk sindrom iritasi usus besar (IBS), penyakit radang usus (IBD) seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa, kolitis mikroskopis, atau pertumbuhan bakteri yang berlebihan. Setelah penyebab diare teridentifikasi, diare biasanya dapat dikontrol.

Probiotik: Pengelompokan bakteri baik, probiotik terkadang digunakan untuk membentuk kembali bioma yang sehat untuk memerangi diare. Memperkenalkan probiotik dapat membantu dalam beberapa kasus dan beberapa penyedia layanan kesehatan merasa itu patut dicoba. Selalu bicarakan dengan penyedia Anda sebelum memulai probiotik atau suplemen apa pun.

Apakah diare berakibat fatal?

Rasa mulas, sakit perut, dan tubuh yang kekurangan cairan akibat frekuensi buang air besar yang terus terjadi dapat diatasi dengan Diapet Kapsul.     

  • Mengobati frekuensi buang air besar pada anak dan dewasa.
  • Membantu memadatkan feses.
  • Meredakan rasa mulas.

Diare sangat umum terjadi, tetapi bukan berarti tidak berbahaya. Dalam kasus diare yang ekstrim, Anda bisa mengalami dehidrasi berat dan ini bisa menyebabkan komplikasi serius. Dehidrasi adalah salah satu efek samping diare yang paling berbahaya. Pada usia yang sangat muda (bayi dan anak kecil) dan yang sangat tua, hal ini dapat menimbulkan konsekuensi yang serius. Penting untuk minum banyak cairan dengan elektrolit saat Anda mengalami diare. Ini memungkinkan tubuh Anda mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare.

Di beberapa belahan dunia, diare merupakan kondisi yang mengancam jiwa karena dehidrasi dan kehilangan elektrolit.